Sabtu, 01 Desember 2018

Ceritaku Melanjutkan kuliah dari D3 ke S1 Teknik Sipil

Desember 01, 2018 6 Comments
Holaaaaa.....
Long time no seee guysss....hehehe...
Kali ini aku kembali dengan cerita terbaruku. yuhuuuu....
Jadi di postingan kali ini, aku mau cerita soal aku yang kembali kuliah ke S1 dari D3. semoga postingan ini membantu temen temen yang juga mau ngambil S1 setelah lulus dari D3.

melanjutkan-kuliah-d3-ke-s1

Nah seperti yang mungkin kalian semua sudah tau, setahun yang lalu aku baru aja lulus dari pendidikan D3 Teknik Sipil ku di sebuah Politeknik Negeri. Setelah lulus, ada satu pertanyaan yang selalu muncul dari orang orang yang aku temuin. "Habis ini langsung lanjut S1 atau mau kerja dulu?". Dan aku selalu jawab, nggak pengin kuliah lagi. Karena jujur aja aku eneg sama sipil akibat tugas akhir yang sangat berat itu wkwkwkwk....

Tapi setelah istiahat dari hal hal berbau Teknik Sipil selama hampir setahun, aku kemudian kerja di kantor ku sekarang. Dan aku mulai ngerasa kangen banget buat kembali kuliah dan muncul keinginan buat belajar lagi di sipil. Akhirnya setelah penuh pertimbangan, aku memutuskan untuk kembali mendaftar kuliah dan melanjutkan ke S1.

Mungkin kalian mikir, ngapain sih lanjut S1 dari D3 aja dibikinin tulisan segala. Jadi aku sering banget ketemu sama orang, trus mereka nanya "Kalo lanjut ke S1 dari D3 berarti langsung ngerjain skripsi dong". Yang awalnya  aku pikir mereka ngomongnya bercanda ternyata emang serius. Nggak bohong sih, dulu aku juga mikir kayak gitu. Jadi disini aku mau kasih pencerahan sedikit tentang melanjutkan pendidikan dari D3 ke S1.

Jadi pada dasarnya melanjutkan kuliah dari D3 ke S1 itu, mengambil apa apa saja mata kuliah yang dulu saat kita kuliah di D3 belum di ambil sesuai mata kuliah apa saja yang diakui oleh universitas kita, agar nantinya kita berhak menyandang gelar sarjana. Contohnya nih aku dulu mengambil program studi gedung, saat kuliah S1 ini aku banyak mengambil mata kuliah yang kaitannya dengan transportasi, jembatan, jalan, bangunan air, dan sebagainya.
 Sooo....nggak usah berlama lama lagi, mari kita langsung cerita soal tahapannya :

Pendaftaran
Seperti pendaftaran kuliah pada umumnya, sebelumnya aku membayar pendaftaran kuliah terlebih dahulu. Di kampus ku yang sekarang (Universitas Semarang) uang pendaftarannya 100 ribu rupiah. Setelah membayar uang pendaftaran, aku diberi formulir. Setelah formulir diisi, lalu diserahkan kembali beserta dengan data data diri seperti fotocopy kartu keluarga, fotocopy KTP, fotocopy ijazah dan fotocopy transkrip nilai dari kuliah D3 ku sebelumnya. Transkrip nilai ini nantinya digunakan untuk.... SKS yang telah diambil sebelumnya telah diambil di kampus lama, di...dengan SKS yang diakui oleh kampus baruku ini untuk melihat SKS apa saja yang akan aku ambil saat kuliah di kampus baru ini.

Konversi SKS
Proses pengkonversian sks ini sendiri berlangsung cukup cepat, kurang lebih 3 hari aku sudah dihubungi pihak kampus dan hasilnya sudah keluar. Karena di kampus yang dulu aku mengambil konsentrasi gedung, jadi hasilnya banyak mata kuliah sipil seperti jalan, transportasi, irigasi dan sejenisnya. Kurang lebih seperti ini hasil konversi sks nya.
melanjutkan-kuliah-d3-ke-s1


Di kolom pertama tertera mata kuliah/sks apa saja yang sudah aku ambil saat kuliah D3 dulu, di kolom sebelahnya adalah mata kuliah apa saja yang diakui oleh universitasku untuk dapat menyelesaikan pendidikan S1, dan di kolom paling ujung adalah mata kuliah apa saja yang harus aku ambil. Rata rata waktu untuk menyelesaikan pendidikan dari D3 ke S1 adalah 1,5 - 2 tahun, tapi tentu saja itu juga tergantung masing masing individunya lagi.

PAKEM, Acara pengenalan Kampus
Seperti mahasiswa baru pada umumnya, aku juga mengikuti acara pengenalan kampus. Hanya saja bedanya jika pengenalan kampus atau mos program regular pada universitasku dilaksanakan dalam seminggu, Untuk mahasiswa kelas sore hanya dilaksanakan satu hari secara penuh dalam hari minggu. Oh ya, Kelas sore ini tidak hanya berisikan mahasiswa lanjut dari D3 ke S1 saja,, tapi juga kelas regular sore yang mana mahasiswa nya bekerja pada pagi hari sedangkan sore harinya berkuliah.

Salah satu yang diinformasikan pada pengenalan kampus ini adalah bagaimana cara pengisian KRS (Kartu Rencana Studi) dan pembagian wali dosen.

Pengisian KRS
Beberapa hari setelah acara pengenalan kampus, lalu aku pun mengisi KRS seperti biasa sesuai jadwal yang sudah dibagikan di acara PAKEM. Jumlah maksimal pengambilan KRS adalah 24 SKS. Sayangnya karena saat jadwal pengisian KRS aku jatuh sakit dan baru bisa mengisi saat sore hari, sehingga aku hanya bisa mengambil 19 SKS untuk semester satu ini.

Oh ya ada juga perbedaan antara mahasiswa regular dan mahasiswa lanjutan dalam mengisi KRS. Mahasiswa reguler wajib mengambil mata kuliah sesuai paket yang sudah ditentukan kampus, sedangkan mahasiswa lanjutan sepertiku bebas mengambil mata kuliah apa saja tanpa ada kewajiban mengambil paket mata kuliah seperti mahasiswa reguler.

Masuk Kuliah
Pengalaman pertama kuliah dengan sistem moving class benar benar pengalaman baru buatku. Karena saat aku kuliah di Polines dulu selama 3 tahun kuliah, aku selalu memiliki teman sekelas yang sama. Rasanyan cukup menyenangkan bisa bertemu banyak teman dari berbagai angkatan.

Nah itu dia sedikit ceritaku soal melanjutkan kuliah dari D3 ke S1. Kalo ada pertanyaan atau kritik atau saran, langsung aja ke kolom komen yaaa....


Follow me @olaole22