Sabtu, 22 Desember 2018

Rekomendasi 5 Drama Korea Favorit Tahun 2018

Desember 22, 2018 0 Comments


Nyongaaaann.... Nggak kerasa banget ya tahun 2018 udah masuk bulan desember aja, dan bulan depan sudah masuk tahun 2019. Tahun ini banyak banget yang aku alamin dan aku lakuin. Dan aku ngerasa, tahun ini aku banyak banget nonton drama korea dan beberapa diantaranya berkesan banget.

Kalau biasanya aku hanya menonton drama korea dengan genre detective, trhiller, medicine dan sejenisnya, tahun ini aku mencoba menonton banyak drama dengan berbagai genre. Mulai dari romantic-comedy yang selalu populer di kalangan pecinta drama korea, melodrama yang merupakan salah satu genre yang aku lumayan anti, hingga genre mystery/supranatural yang selalu bikin aku tiap malem takut tidur tapi tetap aku tunggu tiap minggunya.

Nah ini dia beberapa drama di tahun 2018 yang aku rekomendasikan untuk kalian. Pssst….list ini cuman random aja ya, bukan berdasar urutan yang aku suka.

1. Eulachacha Waikiki / Welcome To Waikiki

Drama bergenre komedi ini mengisahkan tentang tiga sahabat, Kang Dong Gu (Kim Jun Hyung ), Lee Jun Ki (LeeYi Kyung) dan Bong Dong Shik (Son Seung Won) yang menjalankan sebuah penginapan bernama waikiki untuk mengumpulkan uang demi mewujudkan mimpi mereka untuk membuat film dan bersama sama pergi ke Canes. Sayangnya nasib mereka nggak begitu baik, penginapannya sepi tamu dan mereka menunggak hutang dimana mana. Kehidupan mereka berubah setelah kedatangan seorang ibu single parent bernama Han Yoon Ah (Jung In Sun) dan bayinya Sol. Penginapan mereka pun tambah ramai dengan adanya adik Kang Dong Gu, Kang Seo Jin (Go Won Hee)  dan Min Soo Ah (Lee Joo Woo), mantan pacar Kang Dong Gu yang ditipu pacar barunya dan terpaksa tinggal di waikiki.
rekomendasi-drama-korea-2018-eulachacha-waikiki
cr. soompi forum

Drama bergenre comedy ini sangat ringan dan saat menontonnya kamu tidak perlu banyak berpikir. Komedi yang ditampilkan sendiri merupakan tipe komedi receh yang terkesan nggak masuk akal. Drama yang bertabur banyak cameo yang ikut membuat tawa ini sangat digandrungi banyak orang saat penayangannya. Sehingga yang awalnya hanya direncanakan 16 episode diperpanjang hingga 20 episode.

2. Beauty Inside

Kalau kamu pecinta film korea, pasti nggak asing dengan judulnya. Yap, drama ini memang memiliki cerita diadaptasi dari film yang berjudul sama. Dengan inti cerita seorang yang memiliki keanehan dimana wajahnya bisa berubah menjadi wajah berbeda dengan usia, latar belakang dan pekerjaan yang berbeda. Untuk drama nya sendiri, berkisah tentang Han Se Gye (Seo Hyun Jin) seorang artis terkenal tetapi cukup sering membuat masalah. Dia memiliki rahasia yang hanya diketahui dua sahabatnya, yaitu setiap sebulan sekali selama seminggu dia akan berganti wajah, penampilan, umur, kebangsaan yang berbeda – beda. Hal itu sering menimbulkan masalah untuknya karena membuatnya sering terkena gosip yang tidak enak seperti sudah memiliki anak dan berkencan. Lalu ada Seo Do Jae (Lee Min Ki) seorang direktur pesawat terbang tempat Han Se Gye menjadi brand ambassador. Seo Do Jae terlihat sempurna karena ganteng, kaya, pintar. Tapi sebenarnya dia juga menyimpan rahasia, yaitu dia tidak bisa mengenali wajah tiap orang sehingga dia sering kesulitan mengenali orang. Satu satunya orang yang bisa dia kenali adalah Han Se Gye.
rekomendasi-drama-korea-2018-beauty-inside
cr. iniKpop

Drama bergenre Roncom atau Romantic comedy ini memiliki total 16 episode. Aku merekeomendasikan drama ini karena selain pemain nya yang memiliki akting yang bagus terlebih dalah genre komedi romantis, juga punya cerita yang bagus dan ringan. Selain pasangan Han Se Gye – Seo Do Jae, ada juga pasangan Ryu Eun Ho si calon pastor dan Kang Sara seorang direktur yang sangat dingin dan terkesan “jahat” yang bikin gemes dan gregetan sendiri.  

3. Life On Mars

Di list ini mungkin drama ini saja yang genre nya paling aku sukai, yaitu detektif  dan kriminal. Drama ini menceritakan tentang Han Tae Joo (Jung Kyung Ho) seorang kepala bagian investigasi kriminal di kepolisian seoul pada tahun 2018. Saat sedang menangani kasus pembunuhan berantai, Han Tae Joo terlibat kecelakaan. Tetapi dia terkejut, karena saat sadar ia berada di tahun 1988 dan ia adalah kepala penyelidik di kantor polisi di sebuah kota kecil. Di sana ia menangani kasus kasus yang sedang terjadi yang tentu saja bikin dia kaget karena tidak ada teknologi seperti cctv, tes dna bahkan autopsi pun sangat jarang. Selain Han Tae Joo, ada juga Kang Dong Cheol (Park Sung Woong) kapten bagian penyelidikan dan anak buahnya,Lee Yong Gi (Oh Dae Hwan) , Jo Nam Shik (Noh Jong Hyun) dan Yoon Na Young (Go Ah Sung). Bersama sama mereka memecahkan kasus, walaupun nggak selalu kompak karena perbedaan cara menginvestigasinya.
rekomendasi-drama-korea-2018-life-on-mars
cr. allkpop

Alasan aku merekomendasikan drama ini adalah walaupun dia memiliki genre detective dan chrime, ceritanya nggak melulu serius dan tegang. Thanks to grup polisi 1988 yang cowok cowoknya temperamen tinggi sedang ceweknya lemah lembut, drama ini jadi lucu dan cukup menghibur. Disini kita akan tahu gimana polisi terlebih polisi korea jaman dahulu bekerja saat belum ada teknologi secanggih sekarang.

4. Come and Hug Me

Drama dengan genre yang paling aku anti tapi sekarang aku nikmati berkat drama ini. Awalnya aku juga nggak terlalu tertarik dengan drama ini. Tapi karena informasi sinopsis salah yang bilang drama ini adalah drama pembunuhan bukan mello drama, ya gak salah juga sih. Tapi biar begitu aku tetep puas banget dengan drama ini karena berhasil bikin aku menangkap apa yang mau mereka sampaikan. Drama ini berkisah tentang Yoon Na Moo/ Chae Do Jin (Jang Ki young) yang memiliki ayah seorang pembunuh berantai yang kejam. Salah satu yang dibunuh ayah Yoon Na Moo adalah orang tua Gil Nak Woon / Han Jae Yi (Jin Ki Joo) orang yang ditaksir Yoon Na Moo. Gil Nak Won juga sebenarnya merupakan target pembunuhan ayahnya Na Moo, tapi kemudian Na Moo dateng buat menyelamatkan Nak Won dari ayahnya dan ngelaporin ayahnya sendiri ke polisi. Itu membuat Na Moo auto jadi “anak durhaka”. Draa ini lebih memfokuskan bagaimana kehidupan Na Moo, Nak Won dan orang orang disekitar mereka setelah kejadian pembunuhan itu, dan bagaimana mereka bersama sama saling menguatkan untuk tidak terpuruk dan sendirian dalam ketakutan.
rekomendasi-drama-korea-2018-come-and-hug-me
cr. hibernasi.com

Entah kenapa setiap aku nonton lagi drama ini, aku ngerasa mereka berusaha ngasih pesan buat kita buat berlapang hati dan merelakan. Seperti ibu tiri Na Moo yang rela nungguin kakaknya Na Moo untuk kembali walaupun dia sering keluar masuk penjara, atau gimana si Nak Won tetap memisahkan perasaan benci dia ke bapaknya Na Moo dan tetep setia sama Na Moo tanpa menyalahkan dia dan malah menyuruh Na Moo buat hidup dengan baik, atau malah gimana Na Moo tetep mau jadi anaknya ibu tirinya walaupun ibunya ini pernah meninggalkan dia karena takut sama bapaknya. Satu lagi poin tambahan dari drama ini adalah, aku tuh paling sebel kalo nonton drama romance pemainnya pisah, putus udah nangis nangis eh endingnya balikan juga. Tapi di drama ini tuh nggak ada adegan seperti itu. Hahaha..aku bahagia.

5. The Guest

Satu drama yang mempunyai genre yang baru sekali ini aku coba, misteri a.k.a hantu hantuan. Udah lumayan banyak sih drama tema hantu yang aku tonton seperti Oh My Ghost, Let’s Fight Ghost atau Master Sun, tapi drama drama itu juga mengandung adegan adegan ala komedi romantis. Jadi nggak fokus sama si hantu nya. Sedang The Guest ini beneran fokus sama para dedemit dan bakal sukses bikin kalian deg degan.
cr. asianwiki

Drama ini bercerita soal Yoon Hwa Pyung  (Kim Dong Wook) seorang supir taksi yang sebenarnya adalah seorang cenayang yang lahir dari keluarga cenayang. Yoon Hwa Pyung saat kecil pernah dirasuki oleh Park Il Do, Park Il Do ini merupakan arwah yang kuat yang hobinya nyolok nyolok mata kanan orang yang dirasukinya. Lalu ada Choi Yoon atau Mateo (Kim Jae Wook) seorang pastor eksorsis dan Kang Gil Young (Jung Eun Chae) seorang detektif yang sumbu pendek a.k.a gampang emosi yang gak percaya sama sesuatu yang mistis mistis. Mereka bertiga punya pengalaman pahit kehilangan keluarga oleh Park Il Do. Awalnya mereka saling menyalahkan dan tidak mau bekerjasama tapi kemudian mereka akhirnya sepakat untuk bersama sama mencari keberadaan Park Il Do yang sekarang sedang merasuki orang lain.
Drama ini sangat aku acungin dua jempol karena dari sinematografis nya keren banget, lebih kayak nonton film berkualitas dibanding drama. Belum lagi ceritanya yang selalu sukses bikin deg degan dan tegang yang bikin kita nggak bakal bisa tenang nontonnya. Belum lagi banyak banget adegan adegan yang sangat twist sekali.

Nah itu tadi drama drama korea yang aku rekomendasiin di tahun 2018 ini. Sebenernya kalo ngomongin drama 2018 juga masih banyak drama lain yang disukai orang orang kayak wise prison life, my mister, why secretary kim, My ID Gangnam Beauty Atau yang sekarang lagi tayang Encounter dan Memories of the Alhambra. Tapi mohon maaf sodara sodara, yang sudah tamat tamat itu, ola belum sempet nonton dan cuman ditimbun aja di laptop. Sedangkan untuk yang lagi tayang, walaupun ada yang aku suka banget, belum bisa aku rekomendasikan ya karena endingnya aja belum tau, jadi takutnya mereka awal sama tengahnya aja yang bagus eh endingnya zonk kan kampret hehehe…. Karena aku sudah sering mengalami hal seperti ini.

Nah sekarang ceritain juga dong kdrama tahun 2018 favorit kalian yang bakal kalian rekomendasikan.






Sabtu, 01 Desember 2018

Ceritaku Melanjutkan kuliah dari D3 ke S1 Teknik Sipil

Desember 01, 2018 6 Comments
Holaaaaa.....
Long time no seee guysss....hehehe...
Kali ini aku kembali dengan cerita terbaruku. yuhuuuu....
Jadi di postingan kali ini, aku mau cerita soal aku yang kembali kuliah ke S1 dari D3. semoga postingan ini membantu temen temen yang juga mau ngambil S1 setelah lulus dari D3.

melanjutkan-kuliah-d3-ke-s1

Nah seperti yang mungkin kalian semua sudah tau, setahun yang lalu aku baru aja lulus dari pendidikan D3 Teknik Sipil ku di sebuah Politeknik Negeri. Setelah lulus, ada satu pertanyaan yang selalu muncul dari orang orang yang aku temuin. "Habis ini langsung lanjut S1 atau mau kerja dulu?". Dan aku selalu jawab, nggak pengin kuliah lagi. Karena jujur aja aku eneg sama sipil akibat tugas akhir yang sangat berat itu wkwkwkwk....

Tapi setelah istiahat dari hal hal berbau Teknik Sipil selama hampir setahun, aku kemudian kerja di kantor ku sekarang. Dan aku mulai ngerasa kangen banget buat kembali kuliah dan muncul keinginan buat belajar lagi di sipil. Akhirnya setelah penuh pertimbangan, aku memutuskan untuk kembali mendaftar kuliah dan melanjutkan ke S1.

Mungkin kalian mikir, ngapain sih lanjut S1 dari D3 aja dibikinin tulisan segala. Jadi aku sering banget ketemu sama orang, trus mereka nanya "Kalo lanjut ke S1 dari D3 berarti langsung ngerjain skripsi dong". Yang awalnya  aku pikir mereka ngomongnya bercanda ternyata emang serius. Nggak bohong sih, dulu aku juga mikir kayak gitu. Jadi disini aku mau kasih pencerahan sedikit tentang melanjutkan pendidikan dari D3 ke S1.

Jadi pada dasarnya melanjutkan kuliah dari D3 ke S1 itu, mengambil apa apa saja mata kuliah yang dulu saat kita kuliah di D3 belum di ambil sesuai mata kuliah apa saja yang diakui oleh universitas kita, agar nantinya kita berhak menyandang gelar sarjana. Contohnya nih aku dulu mengambil program studi gedung, saat kuliah S1 ini aku banyak mengambil mata kuliah yang kaitannya dengan transportasi, jembatan, jalan, bangunan air, dan sebagainya.
 Sooo....nggak usah berlama lama lagi, mari kita langsung cerita soal tahapannya :

Pendaftaran
Seperti pendaftaran kuliah pada umumnya, sebelumnya aku membayar pendaftaran kuliah terlebih dahulu. Di kampus ku yang sekarang (Universitas Semarang) uang pendaftarannya 100 ribu rupiah. Setelah membayar uang pendaftaran, aku diberi formulir. Setelah formulir diisi, lalu diserahkan kembali beserta dengan data data diri seperti fotocopy kartu keluarga, fotocopy KTP, fotocopy ijazah dan fotocopy transkrip nilai dari kuliah D3 ku sebelumnya. Transkrip nilai ini nantinya digunakan untuk.... SKS yang telah diambil sebelumnya telah diambil di kampus lama, di...dengan SKS yang diakui oleh kampus baruku ini untuk melihat SKS apa saja yang akan aku ambil saat kuliah di kampus baru ini.

Konversi SKS
Proses pengkonversian sks ini sendiri berlangsung cukup cepat, kurang lebih 3 hari aku sudah dihubungi pihak kampus dan hasilnya sudah keluar. Karena di kampus yang dulu aku mengambil konsentrasi gedung, jadi hasilnya banyak mata kuliah sipil seperti jalan, transportasi, irigasi dan sejenisnya. Kurang lebih seperti ini hasil konversi sks nya.
melanjutkan-kuliah-d3-ke-s1


Di kolom pertama tertera mata kuliah/sks apa saja yang sudah aku ambil saat kuliah D3 dulu, di kolom sebelahnya adalah mata kuliah apa saja yang diakui oleh universitasku untuk dapat menyelesaikan pendidikan S1, dan di kolom paling ujung adalah mata kuliah apa saja yang harus aku ambil. Rata rata waktu untuk menyelesaikan pendidikan dari D3 ke S1 adalah 1,5 - 2 tahun, tapi tentu saja itu juga tergantung masing masing individunya lagi.

PAKEM, Acara pengenalan Kampus
Seperti mahasiswa baru pada umumnya, aku juga mengikuti acara pengenalan kampus. Hanya saja bedanya jika pengenalan kampus atau mos program regular pada universitasku dilaksanakan dalam seminggu, Untuk mahasiswa kelas sore hanya dilaksanakan satu hari secara penuh dalam hari minggu. Oh ya, Kelas sore ini tidak hanya berisikan mahasiswa lanjut dari D3 ke S1 saja,, tapi juga kelas regular sore yang mana mahasiswa nya bekerja pada pagi hari sedangkan sore harinya berkuliah.

Salah satu yang diinformasikan pada pengenalan kampus ini adalah bagaimana cara pengisian KRS (Kartu Rencana Studi) dan pembagian wali dosen.

Pengisian KRS
Beberapa hari setelah acara pengenalan kampus, lalu aku pun mengisi KRS seperti biasa sesuai jadwal yang sudah dibagikan di acara PAKEM. Jumlah maksimal pengambilan KRS adalah 24 SKS. Sayangnya karena saat jadwal pengisian KRS aku jatuh sakit dan baru bisa mengisi saat sore hari, sehingga aku hanya bisa mengambil 19 SKS untuk semester satu ini.

Oh ya ada juga perbedaan antara mahasiswa regular dan mahasiswa lanjutan dalam mengisi KRS. Mahasiswa reguler wajib mengambil mata kuliah sesuai paket yang sudah ditentukan kampus, sedangkan mahasiswa lanjutan sepertiku bebas mengambil mata kuliah apa saja tanpa ada kewajiban mengambil paket mata kuliah seperti mahasiswa reguler.

Masuk Kuliah
Pengalaman pertama kuliah dengan sistem moving class benar benar pengalaman baru buatku. Karena saat aku kuliah di Polines dulu selama 3 tahun kuliah, aku selalu memiliki teman sekelas yang sama. Rasanyan cukup menyenangkan bisa bertemu banyak teman dari berbagai angkatan.

Nah itu dia sedikit ceritaku soal melanjutkan kuliah dari D3 ke S1. Kalo ada pertanyaan atau kritik atau saran, langsung aja ke kolom komen yaaa....


Follow me @olaole22