Jumat, 10 Mei 2019

Review Inez Blushon "Gold Dipped Brick"

Mei 10, 2019 0 Comments
Hai guyss… Kali ini aku mau ngereview soal salah satu blush favoritku, yaitu inez blush on yang no 8 - gold dipped brick . Penasaran sama reviewnya? Let’s jump for it


Packaging

Untuk packaging dari inez blush on ini sama kayak eyeshadownya. Yang membedakan hanya lah namanya yang berada di atas tutup box nya. Selain itu di tutup box nya juga ada penomorannya  yang sama antara blushon dan eyeshadow nya. Di bagian belakang box nya tertera ingredients, klaim produk, nomor BPOM dan keterangan soal produk lainnya.


Tidak hanya box nya, packaging paletnya pun hampir sama. Berwarna biru tua dengan keterangan nama shade, no BPOM, tempat produksi dan berat produk.


Packagingnya inez ini terbilang cukup kuat dan kokoh. Beberapa kali jatuh tidak membuat produk di dalamnya pecah. Sayangnya untuk bagian penghubung antara kaca dan produk mudah sekali terlepas. Tidak hanya di packaging blushon ini, untuk packaging eyeshadow ku yang seri venice juga sudah terlepas karena patah.

Waktu awal kamu membeli produknya kamu bakal dapet plastik mika pelidung antara produk dan kaca. Jadi nggak perlu khawatir si produk akan mengotori kacanya. Selain itu di permukaan blushonnya terdapat embos logo “inez” yang lama kelamaan jika produknya digunakan akan menghilang seperti punyaku ini.

Untuk aplikatornya, sama seperti aplikator kebanyakan produk blushon lain. Aku sendiri hampir tidak pernah menggunakan aplikator bawaannya ini. Tapi jika untuk berjaga – jaga saat berpergian dan lupa membawa brush untuk blush on, mungkin kalian bisa menggunakannya.


Produknya

Untuk shade ini warnanya adalah orange-pink pucat seperti warna coral tetapi dengan warna orange lebih dominan selain itu dia juga memiliki shimmer kecil kecil. Saat diapliaksikan, hasilnya seperti kulit kita terkena matahari atau warna warna saat summer, so beautiful. Sayangnya untuk yang wajahnya memiliki tekstur seperti bekas jerawat, shimmernya ini akan agak memperjelas teksturnya. Tapi kembali lagi, jika kalian tidak masalah dengan hal itu kalian tetap bisa menggunakannya


 Produk ini memiliki fall out yang cukup banyak, sehingga sebelum mengaplikasikannya di wajah sebaiknya di ketuk ketukkan dulu kuas nya. Selain itu dia juga cukup pigmented, jadi  kamu harus berhati hati saat akan mengaplikasikannya. Karena jika tidak, produk yang teraplikasikan akan langsung menempel banyak.

Nah ini dia swatches nya di tangan


Dan ini saat diaplikasikan di wajah. Btw saat difoto, shimmer nya nggak terlihat, in real life juga si shimmernya ini terlihat tapi  nggak terlalu berlebihan. Dan yah…itu aku pake highlighter jadi kesannya pipiku mantul begitu.

Jumat, 19 April 2019

NGOPCAN 8: How To Growth Instagram

April 19, 2019 0 Comments
Haii Gengssss...
Long time no see banget nih ya.
Kali ini aku mau bahas dan cerita cerita sedikit apa yang aku dapet di Ngopi Cantik 8 yang diadain Beautiesquad. Sesuai dengan judul diatas, tema yang diambil untuk Ngopi Cantik kali ini ialah “How To Growth Instagram” yang disampaikan oleh kak Tutu.


Buat yang belum tahu siapa kak Tutu, kak Tutu adalah seorang beauty content creator. Dan kak Tutu ini rajin banget loh bikin #Tuturial di instagramnya yang menurut aku berguna dan wajib ditoton buat pemula yang mau belajar soal makeup. Selain itu kak Tutu juga mendalami tentang cara mengembangkan Instagram sebagai beauty blogger dengan optimal. Jadi begitu tahu kak Tutu mau mengisi Ngopi Cantik kali ini, aku excited banget untuk belajar banyak dari kak Tutu.

Oke sekarang kita kembali ke pembahasan Ngopi Cantik ini. Ngomongin soal instagram, siapa sih yang nggak kenal aplikasi satu ini, terlebih anak – anak gen z dan millenial saat ini. Aplikasi ini banyak digandrungi dan digunakan serta memiliki 1 Miliar pengguna aktif setiap bulannya dan disebut – sebut sebagai  “The Popular Social Networks Worldwide”.

Dengan pengguna aktif sebanyak itu, tentulah kita harus memanfaatkannya dengan baik. Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan dan gunakan seperti memanfaatkan crowd di Instagram untuk mebaca artikel kita, mengunjungi blog kita, memberikan memberikan awareness kepada audience tentang diri kita sendiri sebagai blogger/content creator dan tentunya ‘menggaet’ brand untuk project-project selanjutnya.

Instagram sendiri juga sering sekali mengupdate dan memperbarui ataupun menambah fitur – fitur yang ada untuk menunjang hal – hal di atas. Sebut saja fitur insta story, mengupload multiple photo, video feed, bussines profile, peletakan link di bio instagram, link up insta story (untuk pengguna dengan follower diatas 10k), IG TV dan fitur – fitur lain yang bisa kita manfaatkan.

Terus kenapa sih kita harus “Grow Instagram”?

1.      Network
Seperti yang sudah dikatakan di atas, instagram memiliki pengguna aktif hingga 1 Miliar per bulannya. Dan hal itu bisa menjadi kesempatan bagus bagi kalian untuk menjangkau lebih banyak audiens dan tentu saja untuk engage dengan audience kita.

2.       Keep Up To Date
Instagram adalah wadah yang tepat bagi kita untuk memperoleh berita terbaru ataupun yang sedang trend saat ini. Misalnya saja nih, produk apa sih yang baru saja diluncurkan atau trend makeup bagaimana yang sedang digandrungi akhir – akhir ini.

3.       Easy
Instagram sangat mudah untuk digunakan untuk on-the-go, mudah juga digunakan untuk membagikan pengalaman atau cerita kalian menggunakan produk atau apapun.

Bagaimana definisi “Growth untuk Instagram”?

1.      Follower Meningkat
Ini adalah definisi dari growth instagram yang semua orang ketahui ya. Contohnya ialah dari 5000 follower  menjadi 8000 follower

2.      Engangement dan metrics lainnya ikut meningkat
Metrics sendiri memiliki arti Measurement Units, sesuatu yang bisa dijadikan ukuran. Jika kita sudah menggunakan bussines profile pada instagram, tentunya kita sudah tahu tentang fitur insights. Fitur tersebut memberi tahu kita data – data penting tentang akun instagram kita.
Data – data penting yang bisa kita lihat pada insight diantaranya :
-          Profile visits = Dalam 7 hari terakhir ada berapa akun yang berkunjung ke akun kita
-          Websites clicks = Ada berapa orang yang meng-klik akun yang tertera pada akun kita
-          Reach = Ada berapa jumlah instagram user yang melihat postingan kita
-          Impressions = Berapa kali instagram kita dilihat oleh instagram user. Satu instagram user bisa melihat postingan kita lebih dari satu kali, karena itu angka impression bisa lebih besar dari angka reach

Lalu bagaimana sih caranya untuk “Growth Instagram” ?

1.      Kuasai Fitur dan Metrics yang ada pada instagram kita

Kita pasti tau dong istilah “Tak kenal maka tak sayang”, hal itu juga berlaku bagi instagram kita. Karena percuma saja kita menggunakan instagram, tapi  kita sendiri tidak tahu fitur apa saja yang bisa kita gunakan. Percuma juga kita menggunakan bussines profile tapi kita sendiri tidak tahu apa bedanya bussines profile dengan personal account.
Kenali juga metrics yang ada di insights masing – masing post atau insight dari akun instagram kita sendiri. Bila perlu kita bisa mencatat  angka – angkanya lalu dibuat grafiknya. Hal itu dilakukan agar kalian bisa tahu secara jelas apakah terjadi kenaikan atau penurunan, yang nantinya bisa kalian gunakan untuk mengevaluasi metrics.

2.      Tentukan niche kalian dan interaksi dengan niche yang sama

Niche maksudnya ialah pengklasifikasian akun instagram kalian berdasar jenis dan isi kontennya. Kak Tutu memberikan contoh akunnya, yaitu @niputuchandra yang berfokus memposting tutorial makeup di instagram, sharing review dan produk di instagram. Semua itu masuk kedalam niche beauty.
Kak Tutu juga memberikan tips agar kita tidak lupa berinteraksi dengan akun yang memiliki niche sama dengan kita untuk meningkatkan peluang postingan kita tetap berada di niche yang sudah ditentukan.
Pasti ada dari kita (termasuk aku nih) yang menggunakan instagram untuk kegiatan fangirling. Kemudian dengan akun yang sama kita juga interaksi seperti like dan komen di postingan yang sebetulnya bukan niche kita. Kak Tutu menyarankan untuk membuat akun yang terpisah dari akun fangirling tadi. Hal itu dilakukan untuk menghindari akun kita pindah niche dan tentunya meningkatkan peluang postingan dilihat oleh lebih banyak orang yang memiliki interest terhadap niche kita.

3.      Kenali audience kita

Kita bisa mengenali seperti apa audience dari akun kita, hal ini membantu kita untuk membantu kita mengatur strategi untuk memposting foto atau video ataupun memilah milah produk apa saja yang akan kita share di instagram. Apa saja yang harus kita ketahui ialah :
-     Kenali secara demografis audience kita paling banyak laki-laki atau perempuan? Kemudian paling banyak di kelompok usia yang mana?
-     Kenali secara geografis audience kita paling banyak tinggal di kota mana? Negara mana?
-     Kenali secara psikografis lifestyle, audience kita lebih banyak yang suka makeup koreakah? Makeup drugstore kah? Makeup highend kah?
-     Kenali secara behavioristis perilaku seperti audience kita lebih banyak yang memang ingin tahu review produk atau sesama blogger/content creator?

4.      Tentukan Branding

Menurut analisa yang dilakukan oleh kak Tutu, masih banyak nih orang yang mengabaikan soal branding. Padahal branding ini sangat penting. Branding disini maksudnya ialah segala aktivitas yang dapat menguatkan dan menonjolkan diri kita sebagai blogger/content creator. Seperti apa sih akun kita atau diri kita sendiri dilihat oleh audience?
Kak Tutu pun memberikan contoh, misalnya akun @21makeupaddictions yang memposting video hampir setiap hari dengan menggunakan background berwarna pink. Jadi saat kita melihat warna pink, kita bisa langsung teringat dengan video makeupnya @21makeupaddictions.
Atau contoh lain nih dari kak @arokopa yang suka memasang backsong lagu – lagu yang unik atau terkesan nyeleneh seperti lagu dangdut, lagu india atau mungkin lagu dari salah satu partai di indonesia. Hal itu membuat kita mengingat kalau kak aro ini adalah beauty content creator yang fun.

5.      Berinteraksi dengan Audience

Interaksi yang dimaksud disini bukan hanya sekedar meng – share foto atau video kita di instastory dimana audience melihat kita berbicara atau bisa melihat wajah kita. Tapi juga bisa dengan membalas komentar yang ada pada postingan kita. Selain itu, interaksi juga bisa melalui direct message, melalukan poll, membuka question box dan live session.

6.      Gunakan Hashtag Sesuai dengan Niche

            Penggunaan hashtag sesuai dengan niche ini juga berfungsi untuk meletakkan akun kita di                  niche yang tepat. Jadi hindari menggunakan hashtag yang bukan niche kita.
Contohnya: untuk niche beauty, gunakan #makeuptutorial #makeup. Jangan malah menggunakan hashtag #foodporn #fashion yang mana tidak sesuai dengan niche yang sudah kita tentukan.

Nah itu tadi apa aja yang aku dapat di Ngopi Cantik kali ini bersama dengan Kak Tutu. Banyak banget kan yang bisa di dapat disini.

Kamis, 11 April 2019

Letter For MySelf

April 11, 2019 0 Comments



Untuk diriku.....
Di usia 22,21,20,19,18,17 atau berapapun usiamu
Terima kasih untuk terus bertahan hidup dan berjuang
Terima kasih untuk tidak menyerah walaupun kau ingin melakukannya
Terima kasih untuk terus memberikan yang terbaik untuk hidup
Terima kasih untuk hari hari yang sudah kau gambar...aku menyukainya.
Aku akan selalu menyimpannya sebagai kenangan

Pasti berat kan menjalaninya? Aku tau
Aku tau seberapa sering kau menangis sendirian dalam diam
Aku tau seberapa sering kau ingin menyerah dan berbalik
Tapi kau selalu mengingat kembali orang tua dan saudaramu
Karena kau adalah kebanggan orang tuamu
Dan kau adalah cermin untuk saudaramu
Aku tau selalu bersikap sok kuat walaupun kenyataannya tidak begitu
Aku tau kau selalu bingung tentang jalan mana yang akan kau pilih
Apakah jalan ini sudah benar
Apa kau bisa mencapai garis akhir
Dan ribuan pertanyaan lain yang selalu berputar di kepalamu
Hingga membuatmu sakit kepala

Terima kasih dan maaf...
Jika saja aku bisa bertemu dengan dirimu. Sekali saja...
Aku ingin memelukmu..menguatkanmu...
Aku ingin mengatakan betapa aku mencintai dan bangga padamu
Aku ingin menyemangatimu dan mengatakan...
Bahkan di hari esok pun, walaupun di musim hujan
Masih ada sinar matahari yang akan bersinar

Untuk diriku....
Di usia 24,25,26,27,28,29 atau berapapun umurmu
Aku ingin mengatakan,
Mari kita jalani hari dengan bahagia
Mari kita terus menjadi kuat setiap harinya
Mari kita terus menggambar kenangan agar bisa terus kita kenang

Suatu hari masa muda kita pun akan pergi..
Mari kita lakukan yang kau inginkan
Agar kau tak menyesal nanti
Agar kita bisa membuat diri kita di masa lalu, bangga dengan diri kita di masa depan

Jumat, 22 Februari 2019

Review Little Forest : Menemukan definisi kehidupan dalam kehidupan di desa kecil (Korean Movie)

Februari 22, 2019 11 Comments

Haiii guysss….
Kali ini aku kembali dengan review film yang membekas banget di hatik, Little Forest. Iyaa..aku tau kok, ini film tahun 2018 dan ini udah tahun 2019. Thanks to banyak drama yang aku tonton, film ini akhirnya cuman numpuk di folder laptop. Tapi aku ngerasa sayang banget kalo film sebagus ini nggak dibahas.

Awal mula aku tau film ini karena ngeliat salah satu cast nya, yaitu Ryu Jun Yeol. Buat pecinta drama Reply 1988 pasti nggak asing banget sama dia. Yup, dia adalah Kim Jung Hwan yang sukses bikin patah hati banyak orang karena cintanya yang gak kesampaian  karena masalah timing. Back to this movie, aku baru ngeh pemain lainnya waktu nonton ternyata film ini juga ada Kim Tae Ri dan Jin Ki Joo. Buat yang belum tau siapa Kim Tae Ri, dia adalah lead female di drama Mr.Sunshine yang nge hits di tahun 2018 barengan sama Lee Byung Hun. Dan untuk Jin Ki Joo dia adalah Lead female di drama Come and Hug Me yang jadi salah satu favoritku di tahun 2018 kemarin.

Rekomendasi 5 Drama Korea Favorit Tahun 2018


Story
Film ini menceritakan tentang Hye Won (Kim Tae Ri) yang memutuskan untuk pindah ke desa tempat dia di besarkan dulu setelah gagal pada ujian menjadi guru. Dia selalu mengatakan bahwa alasannya pulang ialah karena lapar dan “muak” dengan makanan cepat saji yang biasa ia makan di kota.
Kim Tae Ri as Hye Won

Di desa ini dia bertemu lagi dengan sahabat sahabat masa kecil nya, Jae Ha dan Eun Sook. Jae Ha (Ryu Jun Yeol) ini juga punya kisah hampir sama dengan Hye Won. Setelah lulus kuliah dia medapat pekerjaan di Seoul. Tapi karena “muak” dengan pekerjaannya, akhirnya dia memutuskan untuk berhenti bekerja dan pulang ke desa. Di desa nya dia membantu kebun orang tuanya sampai akhirnya bisa membuat kebunnya sendiri.
Ryu Jun Yeol as Jae Ha

Sedangkan Eun Sook (Jin Ki Joo) setelah lulus kuliah dia bekerja di sebuah bank di sebuah kota kecil dekat desa itu. Karena hidupnya hanya di sekitaran desa dan kota itu, si Eun Sook ini sering mengeluh bosan dan ingin meinggalkan desanya lalu pindah ke kota besar seperti kedua sahabatnya yang lain.
Jin Ki Joo as Eun Sook

Setelah pindah ke desa tersebut, sehari – hari kegiatan Hye Won adalah berkebun dan memasak dibantu juga dengan kedua sahabatnya. Selama tinggal disana, Hye Won selalu teringat akan kenangannya dengan ibunya yang pergi meninggalkannya saat ia lulus SMA. Si Hye Won ini sebel banget dan “dendam” sama ibunya. Karena dulu waktu dia kecil dan ayahnya sakit – sakitan, ibunya mengajak keluarganya buat pindah dari kota ke desa itu. Bahkan setelah ayahnya meninggal, ibunya tetep memilih tinggal di desa. Dan saat Hye Won pulang dari ujian masuk kuliah, ibunya sudah pergi dan hanya meninggalkan surat yang tidak dimengerti Hye Won.

Review
Menurutku film ini mempunyai alur yang sangat tenang, nggak lambat yang sampai membuat kita bosen atau cepat sampai membuat kita kelabakan mengikutinya. Konflik yang ada pun tidak terlalu berat bahkan terkesan tidak ada konflik.

Di Film ini kita akan disuguhi dengan pemandangan segar di desa yang jauh dar kehidupan kota dan masih hijau. Pohon – pohon yang berubah warna sesuai musim, suara dari alam yang menyejukkan telinga. Belum lagi suguhan adegan memasak Hye Won yang sukses bikin ngiler.



Aku suka nonton film ini saat sedang penat karena pekerjaan atau kuliah, selain karena ceritanya tadi yang minim konflik dan gampang dimengerti. Menonton film ini terasa seperti liburan atau malah membuat kita ingin seperti Hye Won untuk pindah ke desa dan menjalani hidup seperti dia. Selain itu kita juga bisa melihat bagaimana para tokohnya dengan permasalahan mereka dalam pekerjaan yang membuat mereka muak dan bagaimana pilihan mereka dalam mengatasinya. Aku rasa itu cukup membukakan pikiran kita juga soal mengambil keputusan. Atau ada juga bagian dimana Jae Ha yang mengatakan pada Hye Won untuk tidak kabur dengan masalahnya dan mengatasinya, yang nggak hanya membuat Hye Won berpikir tapi juga kita berpikir soal lari dari masalah.

Untuk kekurangan dari segi cerita ataupun akting dari pemainnya tidak ada, tapi ada satu hal yang lumayan bikin mikir yaitu peralatan memasak Hye Won. Karena kalau dari ceritanya kita bisa tahu kalau Hye Won ini sebenarnya hanya pekerja paruh waktu yang gagal ujian guru sedangkan ibunya sudah lama pergi tidak kembali ke rumah. Tetapi peralatan masak yang dia pakai semuanya terlihat baru dan modern. Jujur aku agak kecewa sih liatnya, aku punya ekspektasi kalau Hye Won memasak, peralatannya bakal mirip mirip sama 3 Meal a Days yang sederhana dan masih lumayan manual. Selain hal itu, semua di film ini sudah bagus dan sangat aku rekomendasikan.



Rating : 9,5/10

Follow me @olaole22