Jumat, 22 Februari 2019

Review Little Forest : Menemukan definisi kehidupan dalam kehidupan di desa kecil (Korean Movie)

Februari 22, 2019 11 Comments

Haiii guysss….
Kali ini aku kembali dengan review film yang membekas banget di hatik, Little Forest. Iyaa..aku tau kok, ini film tahun 2018 dan ini udah tahun 2019. Thanks to banyak drama yang aku tonton, film ini akhirnya cuman numpuk di folder laptop. Tapi aku ngerasa sayang banget kalo film sebagus ini nggak dibahas.

Awal mula aku tau film ini karena ngeliat salah satu cast nya, yaitu Ryu Jun Yeol. Buat pecinta drama Reply 1988 pasti nggak asing banget sama dia. Yup, dia adalah Kim Jung Hwan yang sukses bikin patah hati banyak orang karena cintanya yang gak kesampaian  karena masalah timing. Back to this movie, aku baru ngeh pemain lainnya waktu nonton ternyata film ini juga ada Kim Tae Ri dan Jin Ki Joo. Buat yang belum tau siapa Kim Tae Ri, dia adalah lead female di drama Mr.Sunshine yang nge hits di tahun 2018 barengan sama Lee Byung Hun. Dan untuk Jin Ki Joo dia adalah Lead female di drama Come and Hug Me yang jadi salah satu favoritku di tahun 2018 kemarin.

Rekomendasi 5 Drama Korea Favorit Tahun 2018


Story
Film ini menceritakan tentang Hye Won (Kim Tae Ri) yang memutuskan untuk pindah ke desa tempat dia di besarkan dulu setelah gagal pada ujian menjadi guru. Dia selalu mengatakan bahwa alasannya pulang ialah karena lapar dan “muak” dengan makanan cepat saji yang biasa ia makan di kota.
Kim Tae Ri as Hye Won

Di desa ini dia bertemu lagi dengan sahabat sahabat masa kecil nya, Jae Ha dan Eun Sook. Jae Ha (Ryu Jun Yeol) ini juga punya kisah hampir sama dengan Hye Won. Setelah lulus kuliah dia medapat pekerjaan di Seoul. Tapi karena “muak” dengan pekerjaannya, akhirnya dia memutuskan untuk berhenti bekerja dan pulang ke desa. Di desa nya dia membantu kebun orang tuanya sampai akhirnya bisa membuat kebunnya sendiri.
Ryu Jun Yeol as Jae Ha

Sedangkan Eun Sook (Jin Ki Joo) setelah lulus kuliah dia bekerja di sebuah bank di sebuah kota kecil dekat desa itu. Karena hidupnya hanya di sekitaran desa dan kota itu, si Eun Sook ini sering mengeluh bosan dan ingin meinggalkan desanya lalu pindah ke kota besar seperti kedua sahabatnya yang lain.
Jin Ki Joo as Eun Sook

Setelah pindah ke desa tersebut, sehari – hari kegiatan Hye Won adalah berkebun dan memasak dibantu juga dengan kedua sahabatnya. Selama tinggal disana, Hye Won selalu teringat akan kenangannya dengan ibunya yang pergi meninggalkannya saat ia lulus SMA. Si Hye Won ini sebel banget dan “dendam” sama ibunya. Karena dulu waktu dia kecil dan ayahnya sakit – sakitan, ibunya mengajak keluarganya buat pindah dari kota ke desa itu. Bahkan setelah ayahnya meninggal, ibunya tetep memilih tinggal di desa. Dan saat Hye Won pulang dari ujian masuk kuliah, ibunya sudah pergi dan hanya meninggalkan surat yang tidak dimengerti Hye Won.

Review
Menurutku film ini mempunyai alur yang sangat tenang, nggak lambat yang sampai membuat kita bosen atau cepat sampai membuat kita kelabakan mengikutinya. Konflik yang ada pun tidak terlalu berat bahkan terkesan tidak ada konflik.

Di Film ini kita akan disuguhi dengan pemandangan segar di desa yang jauh dar kehidupan kota dan masih hijau. Pohon – pohon yang berubah warna sesuai musim, suara dari alam yang menyejukkan telinga. Belum lagi suguhan adegan memasak Hye Won yang sukses bikin ngiler.



Aku suka nonton film ini saat sedang penat karena pekerjaan atau kuliah, selain karena ceritanya tadi yang minim konflik dan gampang dimengerti. Menonton film ini terasa seperti liburan atau malah membuat kita ingin seperti Hye Won untuk pindah ke desa dan menjalani hidup seperti dia. Selain itu kita juga bisa melihat bagaimana para tokohnya dengan permasalahan mereka dalam pekerjaan yang membuat mereka muak dan bagaimana pilihan mereka dalam mengatasinya. Aku rasa itu cukup membukakan pikiran kita juga soal mengambil keputusan. Atau ada juga bagian dimana Jae Ha yang mengatakan pada Hye Won untuk tidak kabur dengan masalahnya dan mengatasinya, yang nggak hanya membuat Hye Won berpikir tapi juga kita berpikir soal lari dari masalah.

Untuk kekurangan dari segi cerita ataupun akting dari pemainnya tidak ada, tapi ada satu hal yang lumayan bikin mikir yaitu peralatan memasak Hye Won. Karena kalau dari ceritanya kita bisa tahu kalau Hye Won ini sebenarnya hanya pekerja paruh waktu yang gagal ujian guru sedangkan ibunya sudah lama pergi tidak kembali ke rumah. Tetapi peralatan masak yang dia pakai semuanya terlihat baru dan modern. Jujur aku agak kecewa sih liatnya, aku punya ekspektasi kalau Hye Won memasak, peralatannya bakal mirip mirip sama 3 Meal a Days yang sederhana dan masih lumayan manual. Selain hal itu, semua di film ini sudah bagus dan sangat aku rekomendasikan.



Rating : 9,5/10

Kamis, 21 Februari 2019

Beautiesquad Makeup Collaboration : Batik Makeup

Februari 21, 2019 2 Comments

Nyeong Annnnn……..
Hai gengs…kali ini aku kembali lagi dengan makeup collaboration bersama dengan Beautiesquad. Dan tema yang diambil kali ini adalah “Batik

Yuhuuu…siapa disini yang nggak tau batik.  Batik yang secara etimologi berasal dari kata “ambhatik” dalam bahasa jawa. Kata tersebut terdiri dari “amba” atau lebar atau luas dan “titik” yang berarti titik atau matik yang kemudian berkembang menjadi istilah batik, yang memiliki arti menghubungkan titik – titik menjadi gambar tertentu pada kain yang luas atau lebar.
Saat mendenga batik, apa yang kalain pikirkan?  Mungkin kalian akan teringat dengan teknik pembuatannya yang menggunakan malam(lilin) yang dipanaskan. Atau bisa jadi kalian akan teringat dengan motif atau pola nya yang beraneka ragam dan memiliki arti nya masing – masing.
Setiap tanggal 2 Oktober setiap tahun, kita memperingatinya sebagai hari batik. Hal tersebut berawal dari penetapan batik oleh  UNESCO saat sidang ke-4 Komite Antar Pemerintah tentang warisan budaya tak beda yang diselenggarakan di Abu Dhabi. Disana batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) bersama dengan warisan lain yaitu wayang, kerism noken dan tari saman.

Sekarang kita bahas soal makeup look yang aku buat ini ya. Jadi waktu mencari ide untuk makeup nya, aku menemukan banyak banget  inspirasi dari batik batik yang ada. Salah satu motif yang jadi favoritku adalah motif dengan tema tumbuhan dan bunga, karena aku merasa dua motif itu menyimpan keanggunan, kelembutan sekaligus kebebasan. Nggak tau kenapa sih aku berpikir begini. Dan salah satu bentuk yang aku suka adalah seperti di bawah ini, jadi aku berusaha membuat dengan mencontoh pola ini.


Okay sekarang kita ke tutorial nya:

1.       Pertama aku foundation dulu, karena aku menginginkan hasil yang matte maka aku menggunakan foundation L’Oreal Infallible Pro Matte shade 106 – Sun Beige

2.       Lalu aku membuat alis, aku mau alis yang warnanya coklat karena mengingatkanku dengan warna kain batik kebanyakan yang berwarna coklat.

3.       Next, aku membuat makeup mata yang simpel dan natural. Makeup mata ini bisa juga kamu gunakan jika kamu masih pemula dalam bermain makeup, untuk acara – acara seperti kondangan atau acara lainnya. Aku menggunakan palet Umbra dari Just Miss yang Tease Me. Untuk eyeliner nya aku menggunakan Maybelline Hyper Impact Liner, sedangkan eyeliner gold di bawah mata nya aku menggunakan Mizzu chrome eyeliner gel yang berwarna sparkling gold. Untuk maskara nya aku menggunakan Maybelline Push Up Drama Mascara.

4.       Untuk lipsticknya  aku suka banget sama warna ombre nya, karena aku menggunakan perpaduan warna merah dan coklat kemerahan berwarna gelap yang aku aplikasikan sedikit sedikit menggunaka Purbasari Hi-Matte Lipcream shade 06-Dahlia dan 10-Ayanna.. Lipstick yang aku gunakan untuk dasar nya adalah Maybelline Color  Jolt Matte shade “04-Show Off Nude”.


5.       Setelah selesai dengan makeup dasarnya, aku mulai mnggambar pola batik yang aku inginkan menggunakan Maybelline Hyper Sharp Liner. Aku menggunakan eyeliner ini karena dia punya ujung kuas yang kecil dan lancip.


Awalnya sebelum memutuskan menggunakan hasil yang terakhir ini aku sudah mencoba beberapa kali menggambar dengan berbagai motif. Karena merasa tidak puas dan terlalu berantakan, akhirnya aku menghapus lalu menggambar lagi hingga beberapa kali sampai aku merasa sreg dengan yang aku buat.


Nah itu tadi ceritaku soal look dari kolaborasi kali ini. Seperti biasa, jangan lupa juga dong lihat lihat look kakak – kakak lain yang kece kece.

Salah satunya adalah kak Verawati Sinaga dari blog nya momygrace.blogspot.com



Minggu, 20 Januari 2019

(masih) ngomongin investasi di Kopdar Investarian bersama MAMI #2

Januari 20, 2019 2 Comments

Holaaaaa.....apa kabar semua nya...
baik baik aja kan? Gimana awal tahun 2019 nya? lancar lancar aja atau masih pusing mikirin pengaturan keuangan? hihihi....


Kali ini sesuai judulnya, aku (masih) mau bahas soal investasi, oleh olehku dari ikutan acara Kopdar Investarian bersama MAMI. Acara ini diadain hari Sabtu tanggal 12 Januari kemarin. 
cr pict dikoko.production

Nah penasaran kan sama apa aja yang dibahas kemaren? Let's Check It Out....

Sharing Soal Blogging  Dengan Mbak Nia Nurdiansyah

Di segmen pertama ini diisi oleh mbak Nia Nurdiansyah yang membahas soal psychology of Sharing. Di sini mbak nia membagikan kenapa seseorang memilih untuk membuat konten baik di blog maupun di sosmednya, salah satunya adalah untuk membuat konten yang dapat menghibur dan berarti serta bermanfaat bagi orang lain serta agar bisa mendefinisikan seperti apa dirinya pada orang lain.


Cr. pict dikoko.production

Another Sharing Dengan Mbak Uniek Kaswarganti

Disini Mbak Uniek Kaswarganti membahas soal review produk atau jasa atau apapun itu di blog kita. Mbak Uniek memaparkan alasan blogger untuk mereview suatu produk, antara lain umtuk membuat konten yang berkualitas dan berguna untuk pembaca blognya, agar tulisannya dapat masuk ke search engine dan yang terakhir untuk meningkatkan pendapatan via blog


Sharing Soal Investasi Dengan Bapak Legowo 
Kusumonegoro

Kalau kalian udah membaca postinganku soal kopdarinvestarian ini yang pertama, kalian pasti udah tau siapa Bapak Legowo ini. Yap, beliau adalah Presiden Direktur dari PT. Manulife Aset Manajemen atau yang biasa kita tau sebagai MAMI.

Di awal pembicaraan, pak Legowo kembali menyinggung soal inflasi. Sesuai yang kita tahu, inflasi itu seperti silent robber a.k.a perampok yang diam diam ngambil uang kita. Sebagai perbandingan nih, ini perbandingan bagaimana kita menyimpan uang dengan apa yang terjadi dengan uang kita akibat inflasi.

Grafik yang paling kiri itu adalah kalau uang kita ditabung seperti biasa. Dengan bunganya yang hanya 1%, uang kita akan kalah dengan inflasi yang sampai 5%. Sementara yang tengah adalah investasi seperti investasi emas. Secara jangka panjang, bunga dari investasi ini dengan inflasi bernilai sama. Hal itu dikarenakan emas hanyalah sebagai alat pelindung nilai saja.  Sedangkan pada grafik paling kanan adalah investasi, yang mana bunga nya bisa lebih tinggi dan mengalahkan inflasi.

Pak Legowo menjelaskan dari grafik ini, kita bisa tahu bahwa investasi adalah salah satu upaya kita agar kekayaan kita bisa mengalahkan inflasi. Lalu pasti akan muncul pertanyaan, Investasi kan resiko nya tinggi. Padahal nih ya, setiap apapun di dunia ini pasti berisiko. Semakin besar resiko yang kita ambil, maka semakin besar pula hasil yang akan kita peroleh. Begitu juga sebaliknya. Perumpamaannya seperti kita mau berenang di laut, tentu kita tidak akan langsung belajar berenang di laut. Tapi pasti belajar dulu teknik berenang yang baik di kolam dengan kedalaman 1 meter, lalu meningkat di kolam 3 meter  hingga seterusnya sampai kita bisa berenang dilaut. Apakah jika kita berenang di kolam 1 meter dan 3 meter tidak ada resikonya? Tentu saja ada, hanya saja resikonya lebih kecil dari jika kita berenang di laut dan tentu hasil yang kita dapatkan juga tidak sebesar jika kita berenang di laut. Dengan tujuan yang jelas  dan disiplin, resiko bisa kita kelola hingga kita bisa mendapatkan tujuan kita.

Tapi biarpun sangat dianjurkan untuk ikut dalam investasi, jangan sampai kita ikut tanpa pengetahuan dasar yang jelas atau hanya sekedar ikut – ikutan ya…That’s BIG NO NO. Kita perlu tahu dasar –dasar dan informasi soal investasi apa yang akan kita ambil.

Pak Legowo kemudian menjelaskan soal pasar modal, tahu nggak apa itu pasar modal? Pasar Modal adalah tempat dimana bertemunya pemilik modal dan orang yang membutuhkan modal. 2 instrumen yang ada pada pasar modal yaitu saham dan obligasi. Ini dia perbedaan dari keduanya.


Salah satu contoh dari obligasi yang akan kita bahas adalah reksa dana. Reksa dana adalah investasi yang menggabungkan modal dari banyak investor dan berinvestasi pada berbagai macam instrumen serta dikelola oleh pengelola aset (manajer investasi). Lebih detail lagi membahas soal reksa dana bunga tetap, yaitu reksa dana dengan minimal obligasi sebesar 80%. Dan berbeda dengan reksa dana pasar uang yang cenderung stabil, reksa dana pendapatan tetap mengalami fluktuasi walaupun dengan skala rendah. Reksa dana pendapatan tetap ini sangan cocok untuk investasi yang akan dilakukan lebih dari 3 tahun.


Sharing Soal Tujuan Dalam Hidup Dengan Mbak Evelyn

Di sesi terakhir ini, diisi oleh Mbak Evelyn yang membahas soal tujuan dalam hidup dan bagaimana investor dan spekulan menyikapinya. Buat yang belum tahu apa perbedaan dari spekulan dan investor, investor adalah orang yang berinvestasi dengan tujuan yang jelas, dan tahu tentang dasar dasar dalam investasi. Sedangkan spekulan adalah orang yang berinvestasi tanpa tujuan yang jelas dan tanpa memiliki dasar dasar dalam investasi yang akan dia ikuti. Jadi dia berinvestasi lebih seperti “gambling”
Mbak Evelyn mengungkapkan, untuk mengetahui apa tujuan apa yang ingin kita raih kita harus tahu secara detail jelas. Kita harus bisa mengerucutkan pertanyaan tentang tujaun kita menjadi tiga : apa, kapan, berapa
Apa tujuan kita secara detail, kapan itu harus diwujudkan berapa uang yang kita butuhkan. Dari jawaban ketiga pertanyaan itu, kita akan bisa mengetahui investasi apa yang kita ketahui dan berapa uang yang harus kita sisihkan setiap bulannya. Nah dibawah ini contoh perhitungan dari investasi yang sesuai dengan gambaran tujuanku dengan investasi yang cocok untuk memenuhinya :

Nah itu tadi cerita apa yang aku dapetin dari Kopdar Investarian yang kedua ini, semoga bisa bermanfaat buat kalian juga.

Bye Bye…See You On My Next Post





Sabtu, 22 Desember 2018

Rekomendasi 5 Drama Korea Favorit Tahun 2018

Desember 22, 2018 0 Comments


Nyongaaaann.... Nggak kerasa banget ya tahun 2018 udah masuk bulan desember aja, dan bulan depan sudah masuk tahun 2019. Tahun ini banyak banget yang aku alamin dan aku lakuin. Dan aku ngerasa, tahun ini aku banyak banget nonton drama korea dan beberapa diantaranya berkesan banget.

Kalau biasanya aku hanya menonton drama korea dengan genre detective, trhiller, medicine dan sejenisnya, tahun ini aku mencoba menonton banyak drama dengan berbagai genre. Mulai dari romantic-comedy yang selalu populer di kalangan pecinta drama korea, melodrama yang merupakan salah satu genre yang aku lumayan anti, hingga genre mystery/supranatural yang selalu bikin aku tiap malem takut tidur tapi tetap aku tunggu tiap minggunya.

Nah ini dia beberapa drama di tahun 2018 yang aku rekomendasikan untuk kalian. Pssst….list ini cuman random aja ya, bukan berdasar urutan yang aku suka.

1. Eulachacha Waikiki / Welcome To Waikiki

Drama bergenre komedi ini mengisahkan tentang tiga sahabat, Kang Dong Gu (Kim Jun Hyung ), Lee Jun Ki (LeeYi Kyung) dan Bong Dong Shik (Son Seung Won) yang menjalankan sebuah penginapan bernama waikiki untuk mengumpulkan uang demi mewujudkan mimpi mereka untuk membuat film dan bersama sama pergi ke Canes. Sayangnya nasib mereka nggak begitu baik, penginapannya sepi tamu dan mereka menunggak hutang dimana mana. Kehidupan mereka berubah setelah kedatangan seorang ibu single parent bernama Han Yoon Ah (Jung In Sun) dan bayinya Sol. Penginapan mereka pun tambah ramai dengan adanya adik Kang Dong Gu, Kang Seo Jin (Go Won Hee)  dan Min Soo Ah (Lee Joo Woo), mantan pacar Kang Dong Gu yang ditipu pacar barunya dan terpaksa tinggal di waikiki.
rekomendasi-drama-korea-2018-eulachacha-waikiki
cr. soompi forum

Drama bergenre comedy ini sangat ringan dan saat menontonnya kamu tidak perlu banyak berpikir. Komedi yang ditampilkan sendiri merupakan tipe komedi receh yang terkesan nggak masuk akal. Drama yang bertabur banyak cameo yang ikut membuat tawa ini sangat digandrungi banyak orang saat penayangannya. Sehingga yang awalnya hanya direncanakan 16 episode diperpanjang hingga 20 episode.

2. Beauty Inside

Kalau kamu pecinta film korea, pasti nggak asing dengan judulnya. Yap, drama ini memang memiliki cerita diadaptasi dari film yang berjudul sama. Dengan inti cerita seorang yang memiliki keanehan dimana wajahnya bisa berubah menjadi wajah berbeda dengan usia, latar belakang dan pekerjaan yang berbeda. Untuk drama nya sendiri, berkisah tentang Han Se Gye (Seo Hyun Jin) seorang artis terkenal tetapi cukup sering membuat masalah. Dia memiliki rahasia yang hanya diketahui dua sahabatnya, yaitu setiap sebulan sekali selama seminggu dia akan berganti wajah, penampilan, umur, kebangsaan yang berbeda – beda. Hal itu sering menimbulkan masalah untuknya karena membuatnya sering terkena gosip yang tidak enak seperti sudah memiliki anak dan berkencan. Lalu ada Seo Do Jae (Lee Min Ki) seorang direktur pesawat terbang tempat Han Se Gye menjadi brand ambassador. Seo Do Jae terlihat sempurna karena ganteng, kaya, pintar. Tapi sebenarnya dia juga menyimpan rahasia, yaitu dia tidak bisa mengenali wajah tiap orang sehingga dia sering kesulitan mengenali orang. Satu satunya orang yang bisa dia kenali adalah Han Se Gye.
rekomendasi-drama-korea-2018-beauty-inside
cr. iniKpop

Drama bergenre Roncom atau Romantic comedy ini memiliki total 16 episode. Aku merekeomendasikan drama ini karena selain pemain nya yang memiliki akting yang bagus terlebih dalah genre komedi romantis, juga punya cerita yang bagus dan ringan. Selain pasangan Han Se Gye – Seo Do Jae, ada juga pasangan Ryu Eun Ho si calon pastor dan Kang Sara seorang direktur yang sangat dingin dan terkesan “jahat” yang bikin gemes dan gregetan sendiri.  

3. Life On Mars

Di list ini mungkin drama ini saja yang genre nya paling aku sukai, yaitu detektif  dan kriminal. Drama ini menceritakan tentang Han Tae Joo (Jung Kyung Ho) seorang kepala bagian investigasi kriminal di kepolisian seoul pada tahun 2018. Saat sedang menangani kasus pembunuhan berantai, Han Tae Joo terlibat kecelakaan. Tetapi dia terkejut, karena saat sadar ia berada di tahun 1988 dan ia adalah kepala penyelidik di kantor polisi di sebuah kota kecil. Di sana ia menangani kasus kasus yang sedang terjadi yang tentu saja bikin dia kaget karena tidak ada teknologi seperti cctv, tes dna bahkan autopsi pun sangat jarang. Selain Han Tae Joo, ada juga Kang Dong Cheol (Park Sung Woong) kapten bagian penyelidikan dan anak buahnya,Lee Yong Gi (Oh Dae Hwan) , Jo Nam Shik (Noh Jong Hyun) dan Yoon Na Young (Go Ah Sung). Bersama sama mereka memecahkan kasus, walaupun nggak selalu kompak karena perbedaan cara menginvestigasinya.
rekomendasi-drama-korea-2018-life-on-mars
cr. allkpop

Alasan aku merekomendasikan drama ini adalah walaupun dia memiliki genre detective dan chrime, ceritanya nggak melulu serius dan tegang. Thanks to grup polisi 1988 yang cowok cowoknya temperamen tinggi sedang ceweknya lemah lembut, drama ini jadi lucu dan cukup menghibur. Disini kita akan tahu gimana polisi terlebih polisi korea jaman dahulu bekerja saat belum ada teknologi secanggih sekarang.

4. Come and Hug Me

Drama dengan genre yang paling aku anti tapi sekarang aku nikmati berkat drama ini. Awalnya aku juga nggak terlalu tertarik dengan drama ini. Tapi karena informasi sinopsis salah yang bilang drama ini adalah drama pembunuhan bukan mello drama, ya gak salah juga sih. Tapi biar begitu aku tetep puas banget dengan drama ini karena berhasil bikin aku menangkap apa yang mau mereka sampaikan. Drama ini berkisah tentang Yoon Na Moo/ Chae Do Jin (Jang Ki young) yang memiliki ayah seorang pembunuh berantai yang kejam. Salah satu yang dibunuh ayah Yoon Na Moo adalah orang tua Gil Nak Woon / Han Jae Yi (Jin Ki Joo) orang yang ditaksir Yoon Na Moo. Gil Nak Won juga sebenarnya merupakan target pembunuhan ayahnya Na Moo, tapi kemudian Na Moo dateng buat menyelamatkan Nak Won dari ayahnya dan ngelaporin ayahnya sendiri ke polisi. Itu membuat Na Moo auto jadi “anak durhaka”. Draa ini lebih memfokuskan bagaimana kehidupan Na Moo, Nak Won dan orang orang disekitar mereka setelah kejadian pembunuhan itu, dan bagaimana mereka bersama sama saling menguatkan untuk tidak terpuruk dan sendirian dalam ketakutan.
rekomendasi-drama-korea-2018-come-and-hug-me
cr. hibernasi.com

Entah kenapa setiap aku nonton lagi drama ini, aku ngerasa mereka berusaha ngasih pesan buat kita buat berlapang hati dan merelakan. Seperti ibu tiri Na Moo yang rela nungguin kakaknya Na Moo untuk kembali walaupun dia sering keluar masuk penjara, atau gimana si Nak Won tetap memisahkan perasaan benci dia ke bapaknya Na Moo dan tetep setia sama Na Moo tanpa menyalahkan dia dan malah menyuruh Na Moo buat hidup dengan baik, atau malah gimana Na Moo tetep mau jadi anaknya ibu tirinya walaupun ibunya ini pernah meninggalkan dia karena takut sama bapaknya. Satu lagi poin tambahan dari drama ini adalah, aku tuh paling sebel kalo nonton drama romance pemainnya pisah, putus udah nangis nangis eh endingnya balikan juga. Tapi di drama ini tuh nggak ada adegan seperti itu. Hahaha..aku bahagia.

5. The Guest

Satu drama yang mempunyai genre yang baru sekali ini aku coba, misteri a.k.a hantu hantuan. Udah lumayan banyak sih drama tema hantu yang aku tonton seperti Oh My Ghost, Let’s Fight Ghost atau Master Sun, tapi drama drama itu juga mengandung adegan adegan ala komedi romantis. Jadi nggak fokus sama si hantu nya. Sedang The Guest ini beneran fokus sama para dedemit dan bakal sukses bikin kalian deg degan.
cr. asianwiki

Drama ini bercerita soal Yoon Hwa Pyung  (Kim Dong Wook) seorang supir taksi yang sebenarnya adalah seorang cenayang yang lahir dari keluarga cenayang. Yoon Hwa Pyung saat kecil pernah dirasuki oleh Park Il Do, Park Il Do ini merupakan arwah yang kuat yang hobinya nyolok nyolok mata kanan orang yang dirasukinya. Lalu ada Choi Yoon atau Mateo (Kim Jae Wook) seorang pastor eksorsis dan Kang Gil Young (Jung Eun Chae) seorang detektif yang sumbu pendek a.k.a gampang emosi yang gak percaya sama sesuatu yang mistis mistis. Mereka bertiga punya pengalaman pahit kehilangan keluarga oleh Park Il Do. Awalnya mereka saling menyalahkan dan tidak mau bekerjasama tapi kemudian mereka akhirnya sepakat untuk bersama sama mencari keberadaan Park Il Do yang sekarang sedang merasuki orang lain.
Drama ini sangat aku acungin dua jempol karena dari sinematografis nya keren banget, lebih kayak nonton film berkualitas dibanding drama. Belum lagi ceritanya yang selalu sukses bikin deg degan dan tegang yang bikin kita nggak bakal bisa tenang nontonnya. Belum lagi banyak banget adegan adegan yang sangat twist sekali.

Nah itu tadi drama drama korea yang aku rekomendasiin di tahun 2018 ini. Sebenernya kalo ngomongin drama 2018 juga masih banyak drama lain yang disukai orang orang kayak wise prison life, my mister, why secretary kim, My ID Gangnam Beauty Atau yang sekarang lagi tayang Encounter dan Memories of the Alhambra. Tapi mohon maaf sodara sodara, yang sudah tamat tamat itu, ola belum sempet nonton dan cuman ditimbun aja di laptop. Sedangkan untuk yang lagi tayang, walaupun ada yang aku suka banget, belum bisa aku rekomendasikan ya karena endingnya aja belum tau, jadi takutnya mereka awal sama tengahnya aja yang bagus eh endingnya zonk kan kampret hehehe…. Karena aku sudah sering mengalami hal seperti ini.

Nah sekarang ceritain juga dong kdrama tahun 2018 favorit kalian yang bakal kalian rekomendasikan.






Follow me @olaole22