Rabu, 18 Juli 2018

Cheese in The Trap Drama vs Movies : What The Differences?

Juli 18, 2018 0 Comments
Holla guysss.....i'm back with another drama review, setelah terakhir aku ngereview drama Criminal Minds. Eh kali ini nggak review juga ding, tapi lebih ke perbandingan versi film dengan drama adaptasi dari webtoon yang hits banget. Apalagi kalo bukan Cheese in The Trap (CIIT).)Buat yang penasaran check it outt....

ps: aku nggak baca webtoon nya, jadi review ini pure perbandingan dari drama dan film nya saja.
review-cheese-in-the-trap-drama-movie
cr.pict : asianwiki

Story Behind the movie and drama....

Saat pengumuman akan dibuat nya cheese in the trap ini akan dibuat bahkan sampai film ini ditayangkan, ternyata dari yang aku baca dari komentar komentar warganet yang mempertanyakan kenapa kudu dibikin film, padahal drama nya aja sudah bagus. Atau bahkan banyak yang langsung ngejudge film ini dan gak mau nonton film ini tanpa tau apa apa. Weehhh...aseli itu bikin aku gregetan banget. Nah buat yang masih penasaran juga kenapa sudah ada drama nya masih dibuat film nya, mari aku jelaskan. Jadi saat drama ini ditayangkan sekitar episode episode terakhirnya. Sang lead male actor a.k.a Mas Park Hae Jin protes karena ternyata banyak adegan nya yang sudah terdapat dia didalamnya, banyak dipotong secara tidak adil. Selain itu mas Hae Jin ini juga ngerasa kalo walaupun dia adalah sang aktor utama, tapi screen time mas kang seo joon a.k.a Baek In Ho yang mestinya menjadi second lead male lebih banyak dari mas Hae Jin.

Yaahh...gimana ya, berkat drama CIIT ini emang nama dan wajah rupawan mas Seo Kang Joon banyak dielu elukan dan dipuja puja kaum hawa. Jadi sih aku mikirnya, para staff membuatnya menjadi lebih banyak porsi nya di drama biar banyak yang terpuaskan dengan kehadiran seo kang joon. Banyak yang oke oke aja, tapi tentu aja banyak yang kritik. Sampe ada juga yang mengatakan kalau mas Kang Joon ini memanipulasi staff biar porsi tayang nya dibanyakin. Lah menurut nganaa?? bisa gitu ya mas Kangjoon secanggih itu bikin jadi begitu.

Nah hal ini juga ditambahkan dengan sang penulis webtoon yang protes karena menurutnya staff produksi tidak berdiskusi dengannya terlebih dahulu dan membuat ending yang tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya. Ternyata nggak cuman penulis nya aja, tapi banyak juga penonton setia drama ini yang juga merasakan kekecewaan karena ending drama ini yang dianggap sangat menggantung.

Karena itu akhirnya webtoon ini pun dibuat versi film dengan penulis naskah nya salah satunya Soon Gi yang tidak lain adalah sang pembuat webtoon cheese in trap.

SINOPSIS

Drama dan film ini berpusat pada Hong Seol (Kim Go Eun/Oh Yeon So) seorang mahasiswa biasa yang berasal dari keluarga yang kesulitan ekonomi yang kemudian membuatnya sibuk bekerja part-time sekaligus belajar mati matian demi bisa mendapatkan beasiswa dan melanjutkan kuliahnya. Hidup Hong Seol mulai berubah saat Yoo Jung sunbae (Park Hae Jin), seorang kakak kelasnya di kampus yang tampan, kaya, pintar dan baik hati tetapi memiliki sisi gelap dalam dirinya mulai mendekatinya dan menyatakan perasaannya. Mereka pun menjalani hubungan yang sangat rumit, terlebih dengan kehadiran saudara kembar Baek In Ha (Lee Sung Kyung/ Yoo In Young) dan Baek In Ho (Seo Kang Joon/Park Ki Woong).

PERBEDAAN DRAMA dan FILM

Selain naskah film ini yang ditulis langsung oleh sang pembuat webtoon, ada beberapa perbedaan yang aku tangkap dari drama dan film ini. ini dia beberapa perbedaannya:

1. PEMAIN

Di dalam drama dan film ini, Hanya pemeran Yoo Jung sunbae dan Sang Cheol sunbae saja yang masih diperankan oleh tokoh yang sama. Seperti yang kita ketahui, tokoh Yoojung sunbae diperankan oleh Park Hae Jin. Sedangkan peran untuk senior yang selalu mengganggu Hong , yaitu Kim Sang Cheol sunbae masih diperankan oleh Moon Ji Yoon.
review-cheese-in-the-trap-drama-movie
Cr. Pict : koreaherald.com

Untuk peran Hong Seol sendiri yang sebelumnya diperankan oleh Kim Go Eun, di film ini diperankan oleh Oh Yeon Seo. Menurutku sendiri sih untuk kedua tokoh Hong Seol ini dua duanya tidak memiliki masalah dalam berakting memerankan Hong Seol.
review-cheese-in-the-trap-drama-movie
Cr.Pict : beauty321.com

Untuk peran Baek In Ho yang sebelumnya diperankan dengan baik oleh Seo Kang Joon, di film ini digantikan oleh Park Ki Woong. Menurutku keduanya sama sama memiliki akting yang bagus, perbedaan yang menarik perhatianku justru kesan yang disampaikan oleh wajah keduanya. Untuk Seo Kang Joon, menurutku memiliki wajah ala ala anak bandel yang suka memberontak. Sedangkan Park Ki Woong memiliki wajah yang keras, seperti seseorang yang sudah mengalami banyak asam garam kehidupan, dan itu membuatku berpikir bahwa wajah ala ala Park Ki Woong sangat cocok memerankan Baek In Ho yang diceritakan sudah mengalami banya hal dan pergi ke banyak tempat setelah kabur dari rumah.
review-cheese-in-the-trap-drama-movie
Cr.Pict : wowkeren

Untuk peran seorang Baek In Ha yang kasar dan memiliki kesan seorang psycho, juga dibawakan dengan apik oleh Lee Sung Kyung maupun Yoo In Young. Perbedaan keduanya terlihat dari cara mereka masing masing mengekspresikan peran sebagai Baek In Ha. Untuk Lee Sung Kyung membawakan peran ini menjadi seorang yang suka marah marah, dan menurutku dia jatuhnya malah lucu. Untuk Yoo In Young sendiri, Baek In Ha menjadi seorang psycho yang cukup serius dan memberikan kesan lebih menakutkan dibanding saat dibawakan Lee Sung Kyung.
review-cheese-in-the-trap-drama-movie

Just FYI, perbedaan lain dari pemain cheese in the trap versi film dan drama ialah perbedaan usia. Jika di drama, rata rata usia pemain sekitar 20 tahunan. Hanya Park Hae Jin saja yang berusia diatas 30 tahun. Untuk versi film, rata rata usia pemain utama film ini berusia 30 tahunan karena memang semua pemain utamnaya berusia diatas 30 tahun. Itu juga yang menjadi bahan kritikan netizen saat nama nama pemain diumumkan. Mereka menganggap para pemain terlalu tua, tidak cocok untuk film yang berlatar dunia anak kuliahan. Tapi seiring tayangnya film ini, kritik kritik pun menghilang.

2. CERITA

Pada dasarnya cerita dari CIIT drama dan film nggak terlalu berbeda, tentang kehidupan kampus hongseol dan percintaannya dengan Yoo Jung sunbae. Hanya saja di film ada beberapa masalah hongseol yangtidak ditampilkan, seperti masalahnya dengan Choi Min Soo yang menirunya atau masalah keluarganya. Menurutku itu bisa dimaklumi sih, mengingat durasi film yang 2 jam sedangkan di dramanya 16 episode dengan durasi 1 jam.

Selain perbedaan tadi ada juga  sih perbedaan yang cukup menarik perhatianku, yaitu kesan (?) keduanya. Di drama nya cerita lebih terkesan santai, dimana  kita bisa mudah menemukan adegan adegan yang bisa bikin kita ketawa seperti saat sifat konyol Baek In Ha keluar atau cuman sekedar senyum senyum waktu liat adegan pdkt Yoo Jung-Hong Seol. Sedangkan untuk film nya sendiri terkesan lebih serius. selain ceritanya, para tokohnya pun digambarkan menjadi lebih serius. Seperti Baek In Ha yang di drama seseorang yang psycho dan suka berbuat konyol, di film nya dia jadi seorang psycho yang serius. Beneran dah, kalo liat Baek In Ha versi film ini lebih menakutkan daripada di dramanya. Qalau begitu, tenang saja karena di film nya sendiri masih terdapat beberapa adegan yang bakal bikin kita ketawa.

Nah itu dia tadi beberapa perbedaan yang aku dapetin setelah nonton drama dan film Cheese In The Trap. Gimana menurut kalian? kalo ada yang mau kalian tambahin, bisa banget kok komen di bawaahh...atau ada film/ drama yang kalian mau aku review, monggo monggo komen di bawah...



Senin, 02 Juli 2018

Review QL Eyeshadow 02 & 03

Juli 02, 2018 0 Comments
Alohaaaaa...balik lagi nih sama aku...
Kali ini aku masih mau ngereview satu produk eyeshadow merk lokal yaitu QL eyeshadow nomer 02 dan 03. Btw, disini adakah yang belum tau merk lokal bernama QL? dulu aku juga nggak tau kalo ada merk QL ini. Dulu tuh pas sering main ke toko kosmetik chandra suka ngelewatin konternya QL ini dan sering liat eyeshadow nya mereka yang warnanya cakep banget. Cuman karena aku nggak kenal sama merk ini dulu, butuh waktu cukup lama buat akhirnya bawa pulang eyeshadow ini. Eh...sekarang begitu tau dan kenal eyeshadow ini, bawaannya jadi pengen beli mereka terus wkwkwkwk

Okeh.... buat yang penasaran sama reviewnya, Let's check it out....

PACKAGING nyaaaa....

Eyeshadow ini hadir dengan boks yang berwarna biru putih. Saat dilihat dari boks nya memang terlihat kurang menarik bahkan terkesan biasa saja. Di bagian depannya tercantum logo dari QL dan tulisan eyeshadow dan dibawahnya tertulis Vitamin E & UV Filter.

Untuk bagian belakang kardus tersebut tercantum nomor palet, klaim produk, ingredients, no BPOM, dan tanggal kadaluarsa.

Untuk packaging dari eyshadow ini sendiri terhitung cukup ringkih dan mudah pecah jika terjatuh dan tidak hati - hati. Tutupnya terbuat dari plastik mika yang tipis yang bening sedangkan untuk wadah nya terbuat dari plastik yang cukup tebal dan berwarna hitam. Untuk ukuran nya terbilang cukup kecil dan tipis, jadi saat dibawa bawa dalam makeup pouch tidak terlalu memakan tempat.

Produk eyeshadow dari QL cosmetics ini tidak menyertakan aplikator atau kaca dalam produknya.

INGREDIENTS nyaaa....

Mica, Talc, Sericite, Synthetic  Fluorphlogopite, Titanium Dioxide, Diisostearyl Malate, Magnesium Stearate, Octyldodecanol, Polymethyl Methacrylate, Dimethicone, Sorbitan Oleate, Methicone, Tacopheryl, Acetate, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Aluminum Hydroxide, Dimethicone, Methylparaben, Propylparaben.

PRODUKnyaaa....

QL eyeshadow ini memiiki tekstur yang berbeda beda tiap warnanya, ada yang shimmer, semi shimmer, dan matte. Untuk pigmentasi nya juga berbeda beda, tetapi kebanyakan warnany sangat pigmented terlebih warna shimmernya. eyeshadow ini juga cukup powdery dan untuk fallout nya lumayan banyak. Jadi buat yang mau pakai ini, aku prefer bikin matanya dulu baru ngerjain mukanya. Selain itu aku sangan saranin buat pake eye base atau eye primer terlebih dahulu.

Untuk penjelasan warna lebih jelasnya, di bawah ini :
 02 

- Hitam hampir matte. jadi kalo liat sekilas warna hitam ini kayak matte, tapi kalo diperhatikan lagi ternyata dia mengandung (?) shimmer tapi jarang jarang gitu.
-Biru agak kehijauan shimmer, aku agak susah sih mendeskripsikan warna ini. Jadi dia tuh biru muda tapi hampir ke hijau gitu.Aku sih nyebutnya warna aqua.
- Putih Shimmer. Kalau kalian liat warna ini di palet nya, dia warnanya putih shimmer gitu. Tapi waktu kalian swatch di tangan atau kalian pake di mata, baru kelihatan ada hint kuningnya. Aku suka pake ini buat highlight ala ala fenty beauty.
- Silver shimmer. Warnan yang jadi alasan aku buat beli palet ini.
-Biru tua shimmer. Shimmernya si biru tua ini tuh nggak se 'rame' warna lainnya apalagi si warna putih tadi.
- Ungu muda pucat shimmer.

03

- Ungu muda shimmer. Warna paling favorit dari palet ini.
-Ungu Tua shimmer. Ini dia kayak si biru tua di palet no 02 tadi, jadi walaupun dia shimmenya nggak terlalu kelihatan banget.
- Putih hint kuning shimmer. Satu warna lagi yang bisa diapakai sebagai highlight.
- Hitam hampir matte
- Dusty mauve shimmer
- Rose gold pink shimmer.

HARGAnyaaa....
Untuk mendapatkan palet dengan 6 warna warna cakep ini, kalian cukup merogoh kocek sebesar Rp 32.000,-

BELInyaaa...
Kalian bisa beli di konter QL di toko toko kosmetik, ataupun bisa beli di web nya disini.

RATING nyaaaa....
9/10

Rabu, 27 Juni 2018

Review Viva Fin Touch Blush On No 03 & 04

Juni 27, 2018 0 Comments
Haiii guysssss...
Akhirnyaa setelah ribuan purnama, ola balik lagi nih. Kayaknya aku sering banget ya bilang begitu sampe mungkin kalian bosen bacanya Hehehe... Yap, sekarang aku tuh kerja kantoran gitu, jadi nggak bisa sering sering lagi nge blog. Huhuhuhu...Padahal kangen banget nih nge blog terus kayak dulu.

Oh ya mongomong soal kerja di kantor, of course aku tiap hari pake makeup ke kantor. Walaupun itu gak wajib, tapi tetep aja kalo nggak makeupan ke kantor tuh rasanya gimanaaaa gitu. Nah salah satu makeup yang jadi andalanku banget waktu ngantor adalah blushon. Nah, kali ini aku mau ngereview salah satu blushon yang harganya murah di kantong tapi performanya kece yaitu Viva Fin Touch Bluson. Buat yang penasaran, Let's check it out.....
review-viva-fin-touch-blush-on

PACKAGINGnyaaaa...

Untuk packaging dari produk fin touch ini sama dengan packaging dari singel eyeshadownya viva, yang membedakan hanya warna dari kemasannya. Jika kemasan fin touch ini berwara putih, untuk singel eyeshadownya berwarna biru dongker.
review-viva-fin-touch-blush-on
Add caption

Packaging dengan bentu bulat ini terbuat dari plastik dan terkesan sangat ringkih. Tutupnya yang terbuat dari plastik bening terkadang ada yang tidak mau menutup dengan baik. Jadi perlu hati hati saat dibawa bawa pergi. Selain itu ukuran blushon ini tuh sebenernya cukup kecil, jadi dia hanya ada di tengah pan nya itu. selebihnya itu adalah kemasannya yang menurutku cukup boros tempat. Saranku sih kalo kalian punya banyak eyeshadow atau blushon single macam begini, dilepas saja dari tempatnya. Lalu dijadikan satu di sebuah palet seperti gambar dibawah ini.
review-viva-fin-touch-blush-on
cr. juliasallure.com

Untuk bagian belakang kemasang, tercantum nomor shade, ingredients, no BPOM, berat produk, tanggal kadaluarsa, serta label halal.
review-viva-fin-touch-blush-on

INGREDIENTnyaaaa....

Buat ingredient produk ini, aku nggak bisa menyebutkan secara detail karena tulisannya tertutup oleh kode produksi dan tanggal kadaluarsa. Tapi yang pasti disana tercantum bahan seperti Talc, Kaolin, Mineral Oil, Zinc Stearate, Calcium Carbonate, Perfume, serta Methylparaben dan BHT.
review-viva-fin-touch-blush-on

PRODUKnyaaa....

Seriously, I really love this product....... as eyeshadow. Iya, kalian nggak salah baca kok. Daripada digunakan sebagai blushon, aku lebih sering menggunakannya sebagai eyeshadow. Produk ini pas di swatch di tangan cukup padat dan bertekstur powdery. Blushon nya juga termasuk blushon matte dan untuk pigmented tidaknya, menurutku dia sangat pigmeted. Kalo diliat dari produknya itu, bener bener cocok banget buat eyeshadow, terlebih buat warna transisi. Agak heran sih sama viva, kenapa nggak bikin eyeshadow yang kayak gini aja. Atau kalaupun dia shimmering, kualitasnya sebagus ini.

Buat yang mau pake ini, aku saranin hati hati banget. Selain karena sekali swatch dia cukup pigmented, setelah beberapa lama digunakan warnanya bisa lebih keluar lagi. Selain itu, viva fin touch ini punya bau yang khas jadul gitu. Menurutku sih ya enak enak aja karena aku suka, tapi mungkin untuk beberapa orang itu cukup menganggu. Tapi tenang aja, wanginya nggak bertahan lama kok setelah di apply.

Ketahanannya sendiri cukup bikin aku shock. Karena dia bisa bertahan sampai 6 jam, apalagi jika sebelumnya dibawahnya menggunakan base blushon seperti blushon cream atau lipstick.

Untuk warnanya sendirI walaupun penomoronnya adalah nomr 03,04,05, kenyataannya jika diihat di webnya mereka hanya memiliki 3 warna saja. Penjelasan warnanya seperti di bawah ini :
review-viva-fin-touch-blush-on


03-Red Pink : Warnanya nge pink agak terang gitu, tapi sama sekali nggak keliatan norak. Kalo dipake ngasih kesan kayak pipinya pink bersemu semu alami gitu.

04-Red Orange: Walaupun namanya red orange, menurutku justru dia lebih ke orange orange peach gitu. Buat yang nggak begitu suka blushon warna pink, warna blushon ini bisa jadi gantinya. banyak temenku yang lebih suka pakai warna ini daripada warna pink.

HARGA nyaaa....
Untuk harganya, produk viva fin touch ini bener bener terjangkau, bahkan nggak sampai 10 Ribu. Harganya sendiri sepeerti yang tertera di webnya viva sekitar Rp 6.600,-

BELI nyaaaa....

Kalian bisa nemuin produk ini di semua toko kosmetik, konter konter viva, supermarket atau kalian bisa langsung beli ke web nya.

RATING nyaaa....
9,5/10

KESIMPULANnyaaaa....

Walaupun dia merupakan produk blushon, viva fin touch ini cukup pigmented, matte dan bertekstur powedery sehingga dia juga cocock dijadikan eyeshadow. Harganya murah dan sangat mudah untuk mencarinya.

Selasa, 12 Juni 2018

NGOPCAN6 ; Understanding Copyrights for Blogger

Juni 12, 2018 0 Comments
Haiii guysss...i'm back..
kali ini aku mau membahas tentang apa saja yang aku dapatkan dari ngopi cantik yang ke 6 bersama dengan Beautiesquad . 

Jadi tanggal 9 Juni kemarin, Beautiesquad kembali mengadakan ngopi cantik yang ke 6. Tema yang diambil untuk ngopi cantik kali ini ialah understanding copyrights for blogger dengan pembicara kak Laudita Cahyanti, SH. Buat yang belum tau siapa itu kak Laudita, kak Laudita ialah seorang blogger dan juga seorang lawyer. Jangan upa ya mampir ke blog nya Kak Laudita di http://www.laucchi.com/

Jujur saja aku cukup tertarik dengan tema ini, karena aku sering banget nih liat temen temen blogger ataupun vlogger yang mengeluhkan bahwa hasil tulisannya atau fotonya digunakan tanpa seizin mereka oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Setiap kali aku membaca keluhan keluhan tersebut, aku menjadi bingung sendiri. Bagaimana harus bertindak ataupun bersikap terhadap kejadian kejadian seperti itu

Nah, buat yang penasaran juga tentang copyrights dan segala hal yang berkaitan dengan itu, Let's check it out :

Copyrights atau yang biasa kita kenal dengan Hak Cipta, masih sering dianggap remeh atau bahkan dikesampingkan dalam kehidupan kita. Hal ini karena hak cipta dianggap sebagai benda yang tidak "terlihat" sehingga seringkali dianggap tidak ada. Padahal sebenarnya tidak sesimpel itu guyss...

Oke, pertama yang harus kita bahas adalah pengertian dari hak cipta itu sendiri. Apa itu hak cipta? Berdasarkan dari UU Hak Cipta, hak cipta ialah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk  nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan perundang undangan.

Nah dari pengertian diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa hak cipta itu akan muncul secara OTOMATIS saat kalian menciptakan sesuatu dalam bentuk NYATA.

Didalam UU Hak Cipta sendiri terdapat dua istilah, yaitu PENCIPTA dan PEMEGANG HAK CIPTA. seseorang disebut pencipta apabila :

1. Disebut dalam ciptaan;
2. Dinyatakan sebagai pencipta pada suatu ciptaan ;
3. Disebutkan dalam surat pencatatan penciptaan; dan/atau
4. Tercantum dalam daftar umum ciptaan sebagai pencipta.

Sedangkan pemegang hak cipta ialah suatu pihak / orang yang menerima hak tersebut secara sah dari pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut secara sah.

Nah sekarang kita membahas apa saja ciptaan yang dilindungi oleh UU Hak Cipta, yaitu :

a. Buku. pamflet, perwajahan karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lainnya;
b. Ceramah, kuliah, pidat, dan ciptaan sejenis lainnya;
c. Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu;
d. Lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks;
e. Drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;
f. Karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung atau kolase;
g. Karya seni terapan;
h. Karya arsitektur;
i. Peta;
j. Karya seni batik atau seni motif lain;
k. Karya fotografi;
l. Potret;
m. Karya sinematografi;
n. Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi, dan karya lain hasil dari transformasi;
o. Terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi, atau modifikasi ekspresi budaya tradisional;
p. Kompilasi ciptaan atau data, baik dalam format yang dapat dibaca dengan program komputer maupun media lainnya;
q. Kompilasi ekspresi budaya tradisional selama kompilasi tersebut merupakan karya yang asli;
r. Permainan video; dan
s. Program komputer.

Untuk kita para blogger, tidak perlu takut atau risau tentang tulisan kita. Karena hak cipta tulisan kita masuk dalam poin a. Sedangkan untuk foto - foto aesthetic masuk dalam poin k. Perlindungan ini juga berlaku terhadap ciptaan yang tidak atau belum dilakukan pengumuman tetapi sudah diwujudkan dalam bentuk nyata yang memungkinkan terjadinya penggandaan.

Kak Laudita memberi contoh, misalnya saat kita membuat review suatu produk dan kita tuliskan di ms.word. Lalu ada teman kita yang mengcopy lalu mempublish review tersebut di blognya sendiri, maka itu bisa disebut sebagai pelanggaran hak cipta dan kita bisa saja menuntut teman kita tersebut.

Namun, ada beberapa kegiatan yang tidak dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta.

Penggunaan, pengambilan, penggandaan, dan/atau pengubahan suatu ciptaan secara seluruh atau sebagian yang substansial tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta jika sumbernya disebutkan atau dicantumkan secara lengkap untuk keperluan:

a. pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah dengan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari Pencipta atau Pemegang Hak Cipta;
b. keamanan serta penyelenggaraan pemerintahan, legislatif, dan peradilan;
c. ceramah yang hanya untuk tujuan pendidikan dan ilmu pengetahuan; atau
d. pertunjukan atau pementasan yang tidak dipungut bayaran dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari Pencipta.

Please be noted ya, hal ini tidak dianggap pelanggaran hak cipta ASALKAN SUMBERNYA DISEBUTKAN ATAU DICANTUMKAN SECARA LENGKAP dan DIGUNAKAN UNTUK KEPENTINGAN PENDIDIKAN ATAU AKADEMIK.

Lalu saat kita memiliki hak cipta, apa saja hak hak yang kita miliki dan dapat kita gunakan?

Sebagai pencipta atau pemegang hak cipta, kita mendapatkan Hak Moral dan Hak Ekonomi atas ciptaan kita.

Hak Moral adalah hak yang melekat secara abadi pada diri pencipta untuk:

a. tetap mencantumkan atau tidak mencantumkan namanya pada salinan sehubungan dengan pemakaian ciptaannya untuk umum;
b. menggunakan nama aliasnya atau samarannya;
c. mengubah ciptaannya sesuai dengan kepatutan dalam masyarakat;
d. mengubah judul dan anak judul ciptaan; dan
e. mempertahankan haknya dalam hal terjadi distorsi ciptaan, mutilasi ciptaan, modifikasi ciptaan, atau hal yang bersifat merugikan kehormatan diri atau reputasinya.

Sedangkan Hak ekonomi merupakan hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas Ciptaan. Hak ekonomi terdiri dari hak untuk melakukan:

a. penerbitan ciptaan;
b. Penggandaan ciptaan dalam segala bentuknya;
c. penerjemahan ciptaan;
d. pengadaptasian, pengaransemenan, atau pentransformasian ciptaan;
e. Pendistribusian ciptaan atau salinannya;
f. pertunjukan ciptaan;
g. Pengumuman ciptaan;
h. Komunikasi ciptaan; dan
i. Penyewa ciptaan.

Setiap Orang yang melaksanakan hak ekonomi WAJIB mendapatkan izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta, dan Setiap Orang yang tanpa izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta dilarang melakukan Penggandaan dan/atau Penggunaan Secara Komersial suatu Ciptaan. jadi hal yang terpenting ialah, ijin.

Perlindungan hak cipta memiliki jangka waktu, yaitu jangka waktu Hak Moral pencipta untuk tetap mencantumkan atau tidak mencantumkan namanya pada salinan sehubungan dengan pemakaian ciptaannya untuk umum; menggunakan nama aliasnya atau samarannya; dan mempertahankan haknya dalam hal terjadi distorsi ciptaan, mutilasi ciptaan, modifikasi ciptaan, atau hal yang bersifat merugikan kehormatan diri atau reputasinya berlaku tanpa batas waktu.

Sedangkan Hak moral Pencipta untuk mengubah ciptaannya sesuai dengan kepatutan dalam masyarakat; dan mengubah judul dan anak judul ciptaan berlaku selama berlangsungnya jangka waktu Hak Cipta atas ciptaan yang bersangkutan.

Pelindungan Hak Cipta atas Ciptaan:

a. buku, pamflet, dan semua hasil karya tulis lainnya;
b. ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan sejenis lainnya;
c. alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
d. lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
e. drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;
f. karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase;
g. karya arsitektur;
h. peta; dan
i. karya seni batik atau seni motif lain.

Berlaku selama hidup Pencipta dan terus berlangsung selama 70 (tujuh puluh) tahun setelah Pencipta meninggal dunia, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya.

Sedangkan untuk Pelindungan Hak Cipta atas Ciptaan:
a. karya fotografi;
b. Potret;
c. karya sinematografi;
d. permainan video;
e. Program Komputer;
f. perwajahan karya tulis
g. terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi dan karya lain dari hasil transformasi;
h. terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi atau modifikasi ekspresi budaya tradisional;
i. kompilasi Ciptaan atau data, baik dalam format yang dapat dibaca dengan Program Komputer atau media lainnya; dan
j. kompilasi ekspresi budaya tradisional selama kompilasi tersebut merupakan karya yang asli.

Berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali dilakukan Pengumuman

Follow me @olaole22